LAPORAN SISTEM BANGUNAN DAN IRIGASI
DAERAH IRIGASI KEDUNG KANDANG MALANG
JAWA TIMUR

DI SUSUN OLEH:
KORNELIS APRIANTO TAMUR (2017520076)









PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI
MALANG 2019
KATA PENGANTAR


Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah Maha Esa  karena berkat rahmat-Nya lah penulis telah mampu menyelesaikan laporan yang berjudul
“Survei Sistem Jaringan Irigasi Daerah Kedung Kandang”. Laporan ini disusun untuk memenuhi
tugas mata kuliah Sistem Bangunan Dan Irigasi.
 Irigasi merupakan usaha penyediaan dan pengaturan air untuk memenuhi
kebutuhan pertanian dan disamping itu air irigasi bisa juga digunakan untuk
keperluan lain seperti untuk air baku, penyediaan air minum, pembangkit tenaga
listrik, keperluan industri, perikanan, untuk penggelontoran riol-riol di dalam kota
(teknik penyehatan), dan lain-lain.
Dalam laporan ini, bagian Survei irigasi meliputi:
1.Menghitung saluran induk/ sekunder, bangunan.
2. Menghitung Jumlah Jembatan Baik Jembatan Orang Maupun Jembatan Kendaraan.
3. Menghitung luas, lebar, panjang  Bangunan Irigasi dan Jembatan
4. Skema irigasi, dan
5. skema bangunan
Laporan ini bukanlah hasil yang sempurna karena masih banyak
kekurangan, baik dalam hal isi maupun sistematika penyusunannya. Oleh karena
itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Akhirnya
semoga laporan ini bisa memberikan manfaat bagi penyusun umumnya bagi
pembaca. Aamiin

Kata kunci: Bangunan Dan Air


Malang, Mei 2019




DAFTAR ISI

DAFTAR PUSTAKA






BAB 1

PENDAHULUAN

Daerah irigasi adalah suatu kesatuan wilayah atau hamparan tanah yang mendapat air dari satu jaringan irigasi Dalam proses pemantauan bangunan. Proses pemantauan kondisi bangunan irigasi yang dilakukan di daerah irigasi Kedung Kandang dilakukan secara manual, yaitu pengecekan langsung dan melakuakan perhitungan jumlah jembatan baik jembatan orang maupun jaembatan kendaraan, serta menghitung panjang dan lebar dari bangunan irigasi tersebut dan juga melakukan perhitungan debit air dan kedalaman irigasi tersebut. kemudian data hasil pengecekan kondisi bangunan dikumpulkan dan direkap. Di perlukan suatu sistem yang dapat mengolah dan menyajikan data bangunan bangunan irigasi yang berhubungan dengan kondisi terbaru yang pada akhirnya dapat menghasilkan informasi yang membantu dalam pemantauan kondisi bangunan irigasi tersebut. . Daerah irigasi terdiri dari Areal (Hamparan tanah yang akan diberi air) dan Bangunan Utama Jaringan Irigasi (Saluran dan Bangunan) . Daerah irigasi Kedung Kandang merupakan salah satu daerah Irigasi yang terletak di daerah Jawa timur.
Sebagai negara agraris, kebutuhan air bagi Indonesia sangat tinggi demi mendukung sektor pertanian. Ketersediaan air di sektor pertanian tentunya dapat menunjang kebutuhan bahan pangan bagi masyarakat. Namun, ada saaatnya air yang tersedia cukup melimpah dan ada saatnya ketersediaan air sangat minim tergantung pada musim. Selain itu, lahan yang jauh dari sumber air akan mengalami kesulitan dalam penyediaan air untuk pertanian. Dengan demikian keberadaan bangunan air dan irigasi sangat diperlukan untuk menjamin ketersediaan dan distribusi air bagi lahan baik dekat maupun jauh dari sumber mata air. Indonesia memiliki wilayah-wilayah yang berpotensial untuk dikembangkan sektor pertaniannya. Wilayah tersebut terbagi lagi dalam daerah-daerah irigasi. Pada laporan kali ini, penulis akan membahas daerah irigasi Kedung Kandang yang terletak di Kabupaten Malang, Jawa Timur dalam kaitanya dengan ketersedian dan kebutuhan air di daerah irigasi tersebut.
 jenis- jenis sistem irigasi meliputi irigasi permukaan, irigasi rawa,irigasi air baeah tanah, irigasi pompa, dan irigasi tambak, dan lain-lain.
      Tujuan dari laporan ini adalah untuk mengetahui :
a.       Untuk Mengetahui jaringan irigasi dan saluran irigasi
b.      Mengukur dan Menghitung jumlah jembatan baik jembatan orang maupun jembatan kendaraan
c.       Menghitung debit air dan kedalaman saluran

BAB 2

PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Irigasi

Irigasi adalah usaha penyediaan dan pengaturan air untuk menunjang pertanian yang jenisnya meliputi irigasi air permukaan, irigasi air bawahtanah, irigasi pompa dan irigasi rawa. Semua proses kehidupan dan kejadian di dalam tanah yang merupakan tempat media pertumbuhan tanaman hanya dapat terjadi apabila ada air, baik bertindak sebagai   pelaku (subjek) atau air sebagai  media (objek).   Proses-proses  utama yang menciptakan kesuburan tanah ataupun yang mendorong degradasi tanah karna air. 
Irigasi berarti mengalirkan air secara buatan dari sumber air kepada lahan-lahan  untuk memenuhi kebutuhan tanaman. Tujuan irigasi adalah mengalirkan air secara teratur sesuai kebutuhan tanaman pada saat persediaan tanah tidak mencukupi untuk mendukung pertumbuhan tanaman, sehingga tanaman bisa tumbuh secara normal.   Pemberian air irigasi yang   efisien   selain   dipengaruhi  oleh   tatacara   aplikasi,   juga ditentukan  oleh  kebutuhan air guna mencapai kondisi air tersedia yang dibutuhkan tanaman.

2.2. Fungsi Irigasi

· memasok kebutuhan air tanaman
   · menjamin ketersediaan air apabila terjadi betatan
· menurunkan suhu tanah
· mengurangi kerusakan akibat frost
· melunakkan lapis keras pada saat pengolahan tanah

2.3 Tujuan Irigasi

· untuk membantu para petani dalam mengolah lahan pertaniannya, terutama bagi para
   petani di pedesaan yang sering kekurangan air.
· Meningkatkan Produksi Pangan terutama beras
· Meningkatkan efisiensi dan efektifitas pemanfaatan air irigasi
· Meningkatkan intensitas tanam
· Meningkatkan dan memberdayakan masyarakat desa dalam pembangunan jaringanirigasi              perdesaan.

2.4 Manfaat Irigasi

Irigasi sangat bermanfaat bagi pertanian, terutama di pedesaan. Dengan irigasi, manusia dapat memenuhi kebutuhannya terhadap air, sawah dapat digarap tiap tahunnya, dapat dipergunakan untuk peternakan, dan keperluan lain yang bermanfaat.

2.5.  Jaringan Irigasi Teknis

jaringan irigasi merupakan sekumpulan bangunan-bangunan bagi, sadap, bangunan silang, pelengkap, saluran pembawa, saluran dan bangunan pembuang yang terdapat dalam suatu lahan, yang petak sawahnya memanfaatkan air dari sumber yang sama.
Peta ikhtisar adalah peta di mana terlihat susunan suatu jaringan irigasi mulai dari bendung sampai saluran pembuang. bangunan utama, jaringan dan trase saluran irigasi, jaringan dan saluran pembuang, petak tersier, petak sekunder, dan petak primer, lokasi-lokasi bangunan (bagi, sadap, silang), batas-batas daerah irigasi, daerah yang tidak diairi (desa, makam, gedung-gedung), jaringan dan trase jalan, dan daerah-daerah yang tidak dapat diairi (tanah jelek, rawa, bukit, dll).

2.6. Jaringan Irigasi Utama

 Bangunan utama merupakan suatu komplek bangunan yang direncanakan sepanjang aliransungai atau aliran air untuk dialirkan kedalam jaringan aliran agar dapat dimanfaatkan untuk keperluan irigasi serta dapat mengurangi kandungan sendimen yang berlebihan juga dapatmengukur banyak air yang masuk. Bangunan utama terdiri atas :
1)      Bangunan pengelak banjir dengan peredam energy
2)      Bangunan pengambilan utama
3)      Pintu bilas
4)      Kolam elak 
5)      Kantung lumpur ( jika diperlukan )
6)       Tanggul banjir 
7)      Bangunan pelengkap ( apabila diperlukan )

A.       Petak tersier
adalah, suatu lahan seluas maksimum 60 ha, yang berisikan petak-petak kuarter yang luasnya maksimum 10 ha, yang mengambil air dari satu pintu bangunan sadap. Petak tersier ini dilengkapi pula dengan boks-boks tersier, kuarter, saluran pembawa tersier, kuarter, cacing, saluran pembuang, serta bangunan silang seperti yang ada di jaringan irigasi.
B.     Petak sekunder,
 terdiri dari kumpulan petak-petak tersier yang mengambil air dari satu pintu di bangunan bagi. Luas petak sekunder ini tidak terbatas tergantung dari topografi lahan yang ada. Salurannya sering terletak di punggung medan, sehingga air tersebut dapat dialirkan ke dua sisi saluran.


                          Gambar Tipikal Penampang Saluran Sekunder


C.     Petak primer,
 terdiri dari beberapa petak sekunder yang airnya mengambil dari sumber air (sungai) berupa bendung, bendungan, rumah pompa, dll. Bila satu bendung terdapat dua pintu (intake) kiri dan kanan, maka terdapat dua petak primer. Saluran primer diusahakan sejajar dengan kontur atau garis tinggi.



                     Gambar Tipikal Penampang Saluran Primer



2.5.  Manajemen Irigasi

manajemen adalah serangkaian proses mengelola suatu kegiatan atau serangkaian kegiatan untuk mencapai suatu tujuan dengan cara yang se efisien dan se efektif mungkin. Jadi manajemen irigasi adalah serangkaian proses untuk menyediakan air, mengelola air, menyalurkan air pada lahan-lahan pertanian, dan membuang air yang tidak terpakai ke saluran pembuangan air, dengan se efisien mungkin dan se efektif mungkin. Terbatasnya ketersediaan Sumber Daya Air membuat manusia berfikir untuk membuat suatu bangunan penahan air (waduk, bendung, dll), yang bertujuan untuk menampung kelebihan air pada musim hujan dan akan dimanfaatkan pada musim kemarau atau untuk mengatur distribusi ketersediaan air untuk memenuhi kebutuhan air pada waktu dan tempat tertentu. Dengan demikian Daerah Irigasi merupakan representatif dalam sistem irigasi pada daerah irigasi.

2.6.  Penerapan Manajemen Irigasi

 masalah setelah daerah irigasi dibangun dan untuk memanfaatkan sumber daya air yang terbatas, adalah bagaimana cara pengelolaan sistem irigasi tersebut sehingga dapat selalu berfungsi dan memberikan pelayanan yang berkelanjutan. Untuk mengatasi permasalahan yang muncul di kemudian hari di butuhkan penerapan manajemen irigasi yang baik, dan pengelolaan sistem irigasi yang baik pula, di antaranya pemeliharaan bangunan irigasi secara berkala, renovasi bangunan yang rusak atau sudah tak layak untuk menghindarkan terhambatnya supply air, atau berlebihannya air yang mengalir, sehingga air yang mengalir tidak di gunakan secara optimal.Faktor-faktor yang menjadi penyebab belum maksimalnya sistem dan manajemen irigasi di indonesia antara lain yaitu masih terbatasnya pengelolaan terhadap prasarana fisik, air irigasi, manajemen irigasi, kelembagaan pengelolaan irigasi dan sumber daya manusia serta kurangnya pembinaan pemerintah pada sistem irigasi, untuk itu di harapkan agar pengelolaan sistem irigasi dilakukan secara koordinasi antar beberapa instansi pemerintah agar sistem irigasi di negara kita menjadi lebih optimal.









BAB 3

TINJAUAN UMUM DAERAH IRIGASI KEDUNG KANDANG

KAB. MALANG, JAWA TIMUR

3.1. Sejarah Daerah Irigasi Kedung Kandang

Secara garis besarnya bahwa pada jaman dahulu wilayah kedungkandang adalah wilayah yang subur dan makmur karena lahan pertaniannya cukup mudah untuk mendapatkan pengairan. Wilayah ini dilalui oleh sungai besar yakni sungai Amprong tapi posisi wilayah lain di sebelah timur sulit mendapatkan aliran air terlebih lagi dimusim kemarau. Dari permasalahan tersebut tercetus untuk dibuatkan tanggul sungai, tetapi selalu gagal dikarenakan menurut masyarakat yang mempunyai keyakinan leluhur bahwa sungai Amprong memiliki penunggu mahluk gaib.
 Sebagai kepercayaan agar dapat terlaksana pembanggunan tanggul maka harus dibuat sesembahan atau tumbal dalam bahasa setempat. Singkat cerita bahwa diadakan tayuban tujuh hari tujuh malam, pada puncak pertunjukkan Gandang Sinamnya tandak dan dimasukkan kedalam jurang Kedung bersama dengan seluruh perlengkapan gamelan. Hingga prosesi pembuatan bendungan dapat terlaksana. Setelah selesai semuanya maka dilanjutkan peresmian dan sukuran atas keberhasilan proyek bendungan tersebut, yang dikenal dengan nama saluran Sungai Amprong sampai sekarang. Sebelum acara ditutup, maka yang terakhir dibacakan do’a oleh Tokoh Agama sekaligus ia memberikan nama dua pedukuan tadi menjadi satu desa yaitu Kedung Gandang. Nama ini memiliki arti sebuah Kedung yang di tanami seorang tandak sedang gandang. Selanjutnya untuk mempermudah sebutannya maka Kedung Gandang ini diberi sebutan Kedung Kandang yang menjadi cikal bakal lahirnya nama Kedungkandang saat ini.
                                 Gambar 1.  bendungan kedung kandang

3.1. Data Irigasi

Tabel 1. Data Panjang Daerah Irigasi Kedung Kandang
No
Saluran Irigasi
Panjang (meter)
1
Saluran Induk  Kedung Kandang

2
Saluran Sekunder Kedung Kandang

3
Saluran Tersier Kedung Kandang

4
Saluran Kuarter Kedung Kadang


Tabel 2. Banyaknya Bangunan Air di Daerah Irigasi kedung kandang
no
Bangunan air
Banyaknya
(jumlah)
            
           Volume(v)
  
       Debit air
Panjang
   (P)
Lebar
   (L)
Tinggi
Jem.(T)
Ketinggian air
Kedalaman saluran
1
Jembatan orang :
-          Jembatan 1
-          Jembatan 2

       
 2 buah


500 cm
450 cm

110 cm
110 cm

250 cm
250 cm

85 cm
95 cm



2
Jembatan kendaraan
-          Jembatan 1
-          Jembatan 2
-          Jembatan 3
-          Jembatan 4


 4 buah



10 m
11 m,
10,7 m
11 m

3,5 m
1,5 m
1,5 m
3,6 m

1,8 m
1,8 m
1,8 m
1,8 m

85 cm
85 cm
85 cm
85 cm

3
Tempat mandi
121  buah





4
Bangunan sadap

















 
           Gambar 2. Pengukuran volume jembatan orang
Gambar 3.. pengukuran luas jembatan






 Gambar 4. Pengukurann tinggi air
Gambar 5. Pengukuran jembatan orang






BAB 4

PENUTUP

4.1. Kesimpulan

 Irigasi adalah pemanfaatan air dalam pertanian, yang fungsinya mengairi tanaman dari masa tanam sampai masa panen. Pada daerah yang beriklim tropis, daerah irigasi sangatlah bergantung pada curah hujan setempat. Biasanya yang menjadi kendala adalah distribusi air yang tidak mencukupi dan curah hujan yang terikat oleh pergantian musim, sehingga sawah tidak dapat diairi setiap saat. Maka untuk mendapatkan pasokan air yang cukup maka digunakan sistem pemanfaatan air atau sistem jaringan irigasi.
Dalam laporan ini penyusun merencanakan dimensi saluran dan saluran hidrolisis sebuah daerah irigasi. Dari hasil perhitungan didapat semakin besar debit air maka elevasi saluran (I0) akan semakin landai sesuai dengan grafik manning. Dan semakin besar debit air maka dimensi salurannya akan semakin besar hal ini dikarenakan untuk mengurangi kecepatan air. Apabila kecepatan air tidak direncanakan maka energi yang dihasilkan oleh air akan merusak saluran itu sendiri atau lebih parahnya adalah rusaknya lahan pertanian. Daerah irigasi Kedung Kandang diharapkan dapat bermanfaat bagi penduduk desa tersebut dalam meningkatkan hasil pertanian mereka.



DAFTAR PUSTAKA
Catatan Praktikum saluran dan irigasi. 2014. Fakultas teknik. Universitas brawijaya Galeri Pustaka. 2014. http://www.galeripustaka.com/2014/03/sejarah-irigasi-di-indonesia.html. Di akses tanggal 22 Desember 2014
Eman Mawardi. Prof., R., Drs., Dipl., AIT. 2007. Desain Hidraulik Bangunan Irigasi. Bandung. Alfabeta


Komentar